Subscribe MataKaki.com

Masukan Email Untuk Mendapatkan Konten Gratis dari MataKaki.com

Sejenak Kunjungi Pacuan Kuda Tradisional Gayo

Pacuan Kuda Tradisional Gayo selalu mampu menjadi magnet, menarik banyak pasang mata mendatanginya.

Kutahan sedikit rasa kantuk sisa begadang tadi malam, belum lagi ditambah lelah dari pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Belum mandi dan bergegas dan memacu motor matic ku menuju blang bebangka, kecamatan pegasing. Tepatnya tempat penyelenggaraan Event Pacuan Kuda Tradisional Gayo yang kebetulan hari ini adalah babak Final.

Tak lebih dari 10 menit perjalanan kutempuh dari rumahku yang berada tak jauh dari tepi Danau Laut Tawar, desa lot kala, kecamatan kebayakan namanya. Dicky, adikku yang masih kelas mengenyam pendidikan kelas  sebelas di takengon lah yang menemani perjalan singkatku kali ini.

Kulihat telepon genggam milik dicky yang menunjukan pukul 14.16, matahari juga sudah tak begitu menyengat panasnya, mungkin sudah diberi obat penurun panas paling ampuh oleh pawang mataharinya. Tak ada ciri ciri akan turun hujan hari ini.

Menuju Tempat Parkir

Tiba di lokasi pacuan kuda dan tak ingin membuang waktu, motor matic kami tinggalkan di tempat parkir setelah membayar tiket Rp. 5000 pada petugas yang berjaga. Sedangkan untuk memasuki arena pacuan kuda, kita tak perlu merogoh kocek, alias gratis.

Sesak Manusia

Aku dan adikku yang memang tak suka desak desakan di tengah ramainya masyarakat lain yang ingin menonton pacuan kuda, sesegera mungkin mencari jalan alternatif untuk mencapai tribun utama dengan lebih cepat, awalnya aku berfikir dari tribun itu nantinya aku bisa melihat pemandangan menjadi lebih luas, melihat kuda yang berpacu juga lebih leluasa, namun karena kondisi tribun tak kalah ramainya aku akhirnya mengurungkan niatku. dan hanya mengambil photo untuk diabadikan.

Tribun Pacuan Kuda Gayo
Tribun Ini Tempat Terbaik Menyasikan Kuda Yang Berpacu

Berkeliling di Pasar Rakyat

Tak perlu takut untuk merasa lapar atau haus tiba tiba, banyak lapak yang menjual makanan disana, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat, makanan yang cocok untuk anak anak maupun orang dewasa, bagi orang dewasa yang membawa anak kecil tak ada salahnya juga mencoba beberapa wahana sederhana di lokasi pacuan kuda tersebut.

Bertemu Duta Wisata dan Sahabat Pramuka

Bagi masyarakat setempat, peluang bertemu dengan orang yang dikenal menjadi sangat besar di arena pacuan kuda gayo ini.

Kuda Juara dan Kuda Yang Pemanasan

Selamat yang menjadi juara, semangat pemanasan juga yang ingin berlomba.

Eksis Akhirnya Menjadi Wajib

Menjadi Travel Blogger Indonesia Pemula tak menyurutkan niat untuk tak eksis

Pacuan Kuda Dua Kali Setahun

Pesta rakyat pacuan kuda tradisional di Kota Takengon berlangsung untuk meramaikan dua peringatan besar, yang pertama pada bulan agustus yakni HUT RI dan selanjutnya bulan Februari atau Maret dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Takengon yang tepat pada tanggal 17 Februari diperingati

Sejarah Singkat Pacuan Kuda Tradisional Gayo

Pacuan Kuda Tradisional sudah mulai diselenggarakan saat Indonesia masih dalam jajahan belanda, Tahun 1912 pacuan kuda masih belum memberikan hadiah apapun kepada para pemenang, namun masyarakat sudah sangat antusias. Pacuan kuda tersebut diselenggarakan di tepi pantai Danau Laut Tawar

 

Post Author
Hadhara Rizka
Hadhara Rizka, Blogger Asal Dataran Tinggi Gayo Takengon yang merupakan salah satu daerah penghasil Kopi Berkualitas Dunia. Bermimpi Keliling Dunia dan tertarik pada dunia Internet Marketing dan Wirausaha Sosial

Tinggalkan Balasan

Gallery Tuan Rumah Mata Kaki

Saksikan Dengan Mata, Jejaki dengan Kaki. Angkat Ransel, Kencangkan Tali Sepatu dan Berpetualanglah. Gallery saya, Hadhara Rizka di Instagram. Tidak banyak yang menarik, hanya meninggalkan jejak kaki sebelum hari tua nanti.

Join to Instagram
MataKaki.com | Travel Blogger Indonesia