Subscribe MataKaki.com

Masukan Email Untuk Mendapatkan Konten Gratis dari MataKaki.com

Sidang Munaqasyah, Akhir Petualangan Panjang Sebelum Berpetualang Lagi

Karena Akhir dari Perjalanan adalah perjalanan baru

“Bang jadi hari ini sidang?” kubaca sebuah pesan di jaringan pribadi akun facebook miliku, pesan dikirim oleh Rifqi Maulana sahabat yang kukenal karena Gerakan Mari Berbagi. Singkat dan tegas kujawab pesan tersebut, “jam 2 ini ki, mohon doa”  Tak berselang lama dari pesan tersebut terbaca olehku, handphone ku tiba tiba berdering, tumben ada yang mau telpon pikirku. Tak kusangka, ternyata telpon tersebut juga berasal dari sehabat Gerakan Mari Berbagi. “Kak Hadhara, kabarnya hari ini sidang ya”? apa betul itu? Kata Kak lalu Hendri dari Lombok, suatu tempat yang akan kukunjungi tahun depan (Amin). Kak Hendri juga tak lain adalah alumni Perkemahan Wirakarya Nasional PTAI tahun 2014 lalu di kota bengkulu, kami sempat ikut kegiatan yang sama walau belum kenal sebelumnya.

Cukup sudah dua pesan tersebut mengingatkanku tentang peristiwa semalam, sembari ngakak melihat momentum photo perjalanan beberapa tahun yang lalu, tiba tiba handphone kembali berdering. Ya ampun, Miss Shofi ternyata. Beliau merupakan koordinator program studi Bahasa Inggris, sekaligus Dosen Pembimbing di kampusku STAIN Gajah Putih Takengon yang telah berbagi waktu dalam program 100 hari skripsiku.

Skip Skip

Tibalah hari ini, aku sidang munaqasyah. Aku menyebutnya akhir dari petualangan lama untuk memulai petualangna baru, jawaban panjang dari sebuah penantianku (penantian orang tua mungkin lebih tepat, *tertawa jenaka) sejarah 7 tahun sebagai mahasiswa tua terlanjur bahagia, sidang munaqasyah adalah selebrasi dalam teriak sesak dalam dada yang kini mulai kujalani dengan ikhlas (Noted : semangat baru setelah kehilangan laptop beserta segala data di dalamnya).

Jam 14.05 WIB aku tiba di kampus STAIN Gajah Putih Takengon, telat 5 menit dari jadwal seharusnya berkumpul. Tak butuh waktu lama mencari rekanku yang juga ikut sidang munaqasyah hari ini, dari kejauhan semua yang berbaju putih, celana hitam dan sebagian sudah mengenakan kopiah hitam atau mereka mereka yang memakai kebaya putih, berpadu rok hitam sudah pasti mau ikut sidang munaqasyah sebab begitulah aturanya. Aku sendiri, merasa sedikit kurang nyaman dengan setelan kemeja yang baru dibeli oleh ibuku, sebab aku sedari dulu lebih nyaman dengan t-shirt yang lebih simple, tapi ketidaksukaanku pada kemeja menjadi berharga karena ibuku membelikannya khusus untuk sidang munaqasyah-ku.

Kupikir, memang bandel tak tertawar. Begitulah aku, sudah terlambat hadir aku masih ingin cabut lagi sekitar 5 menit karena aku sadar hari ini belum membeli segelas kopi. Aku terlanjur mengalami sugesti, hari baik dimulai dari segelas kopi, no coffee no presentasi pikirku. Langsung kutancap motor matic berwarna biru ke coffee shop yang dikenal tempat berkumpulnya wartawan dan penulis di Gayo, apalagi kalo bukan WRB Coffee Shop, dan memang hari ini rezeki berpihak kepadaku, bang Dharma memberikan segelas kopi gratis spesial sidang untuk memicu semangatku

Entah pukul berapa sampailah waktuku, memasuki ruangan sejuk di lantai 2 Kampusku yang kini berubah wajah cukup banyak sejak pertama kali kujejakkan kakiku disini, haha ini mungkin indikator yang membenarkan betapa lamanya studiku tertunda. Di ruangan berlayar biru tersebut, saya tampil sebagai presenter kedua. Nervous sih, jujur ini menjadi sedikit berbeda dari pengalamanku berbicara di dalam kondisi public, aku lebih suka dengan santai style berusaha menjelaskan dengan sedikit akademis, kalau tidak bisa bisa para dosen pembimbing menyaksikan stand up comedy berbalut presentasi skripsi. He he

Hadhara, angkatan 2010 ya? Sapa dosen pengujiku, *pertanyaan ini sudah kusangka akan ditanyakan lebih dari 2 kali). Duh, mahasiswa tua pikirku, untungnya aku sudah berdamai dengan diri sendiri, ini adalah kesalahan masa lampau yang seharusnya sudah kumaafkan untuk lebih baik menuju kedepannya, meski sejujurnya aku tak tau apa alasan aku harus menyesali  perjalanan panjang tersebut, aku mendapat keluarga, mendapat tempat dan mendapatkan tempat belajar kedua, ketiga, keempat dan tidak tau sampai tak tau berapa hitungan tempat belajar luar kampus yang tak kuingat sepenuhnya. Kini, berkat dorongan dan motivasi dari banyak orang, terutama menghadirkan sedikit senyuman untuk Ibuku sebelum kakiku menjejaki kota jogja 2018 mendatang (Aminkan). Aku ingin belajar menjadi Internet Marketer.

Sejujurnya, perasaanku sudah bercampur aduk dengan setitik penyesalan yang kuperbuat. Bacaan Al-Qur’an ku masih terhitung buruk jika melihat sisi usiaku, maafkan aku diriku. Khusus untuk catatan ini, aku harus belajar menjadi lebih baik.

Hari itu, seperti biasa salah seorang sahabatku yang berada berselang satu dari tempat aku duduk. Ike Maryana juga turut berjuang dengan senjata setumpuk kertas dan sebongkah harapan membawa kabar baik setibanya dirumah.

Dan… Dari cerita panjang beberapa jam yang kulewatkan tadi, hari ini aku lulus sidang skripsi. Oh, terimakasih ibuku, ayahku, juga para dosen yang begitu baik hatinya. *serius, ini bukan pujian karena sudah lulus.

Teman, tulisan ini sengaja tak kuselesaikan sebagaimana ceritaku pada tulisan sebelumnya. Karena hanya sepotong kisah penting yang ingin kutulis ledih dalam dalam hati, suatu saat jika tulisanku sudah bagus, bagian dari cerita ini akan menjadi isi dalam “buku kehidupan” wkkw.. Gaya padahal sudah kehabisan ide menulis.

Bagian terpenting adalah nasihat dari Miss Rahmanita, yang telah menjadi orang tuaku di sisi yang berbeda, memberi semangat dan memotivasi untuk melakukan aksi yang tak kalah hebat di masa depan. Terima kasih bu, atas nasehatnya juga sedikit pembelaan kenapa anak anak bandelmu ini seperti dipaksa tamat wkwkw :D. Mungkin mengobati rasa kesalmu pada kami bu, kami janjikan kesuksesan dimasa yang akan datang dan setiap cerita kami, akan ada masa dimana kami mengingatmu bu. Terima kasih.

Juga untuk miss sofi yang telah sabar dalam proses bimbingan, walau kadang aku sering membuatmu jengkel bu karena minta bimbingan sehari dua kali, pake acara nyicil bab lagi untuk bagian yang di revisi karena aku harus mengulang semua bu, setelah kehilangan laptop.

Bu Linda dan Bu emy sebagai orang tua kami sekaligus penguji yang telah memberi dorongan, tak kalah ucapan terimakasihku bu, hanya tak mengerti dengan apa bisa dibalas kembali.

Selanjutnya, aku takut berterima kasih karena begitu banyak orang yang berjasa padaku. Takut sekali nama kalian sampai terlewat. Untuk itu pada bagian dari kata pengantar dalam tugas akhirku akan kucoba tulis kalian orang orang hebat yang bisa merubah orang bandel.

Pojok :

Tulisan kali ini kupastikan tidak menarik bagi sobat sobatku di matakaki.com, dan memang tulisan ini kupersembahkan untuk diriku sendiri, sebagai pengingat aku pernah menjalani salah satu perjananan panjang yang ingin kusimpan dalam kenangan dan semangat baru menuju petualangan seru lainnya.

Noted :

(*Pesan ini kutulis untukku, dari diriku)

Hadhara Kawanku, terima kasih sudah tunaikan tanggup jawab untuk dirimu sendiri. Kini kau tak perlu risau ditengah tidurmu yang penuh sesak menghadirkan senyum kecil bagi orang tuamu, harapanmu yang sejak dulu ingin kau persembahkan. Kumaafkan dirimu, lalaimu dan kupahami apa yang membuatmu menjadi begitu, kembalilah semangat seperti dulu, walau kutau masalahmu tak sesederhana yang kufikirkan, sekarang kamu menjadi begitu kuat. Terima kasih hadhara, ingat ya. Ini bukan akhir dari petualangan mu, bersama matakaki.com ajak aku menjejaki setiap sudut dunia seperti katamu apa yang ingin kau lihat, harus kau jejaki dengan kaki. J Terima kasih Hadhara, hadiah dari apresiamu, ku izinkan kau menabung dan mengambil tiket jalan jalan akhir tahun ini (salah satu inpirasi mengapa judul skripsiku juga “field trip method” Hee…

 

Post Author
Hadhara Rizka
Hadhara Rizka, Blogger Asal Dataran Tinggi Gayo Takengon yang merupakan salah satu daerah penghasil Kopi Berkualitas Dunia. Bermimpi Keliling Dunia dan tertarik pada dunia Internet Marketing dan Wirausaha Sosial

Comments

8 Comments
  1. posted by
    rahulsyarif
    Agu 26, 2017 Reply

    Sedih juga yah, perjalanan hampir 7 tahun itu, lalu di akhiri dengan sidang yang menegangkan. Sayangnya sih ceritanya masih gantung, masih banyak yang harus di sampaikan tapi tiba-tiba di tutup. Hmm~

    • posted by
      Hadhara Rizka
      Sep 11, 2017 Reply

      wkkwkw…. serem mas,, gak berani dilanjut certanya.. 😀

  2. posted by
    Sam
    Agu 27, 2017 Reply

    Alhamdulillah, setelah berjuang sekian lama akhirnya sidangnya selesai yuhuu~~

    Keren, biar nggak tegang disisipkan sebuah candaan, dari pada mikir keras gitu kan stuck harus gomong apa. Mending gaya santai aja haha. Siapa tau timbul kesan bagi para penguji haha

    • posted by
      Hadhara Rizka
      Sep 11, 2017 Reply

      Hihihi,,,, pengujinya ikut ngetawain loh pas ada kata kata semester 14 nya… sudahlah. 😀

  3. posted by
    Ginty Intan Mawarti
    Agu 27, 2017 Reply

    Selamat ya.. 7 tahun perjalanan yang panjang memang.. Akhirnya bisa selesai juga..
    Semoga perjalan 7 tahun kemarin sebelum sidang bisa membuat kakak sukses setelahnya.. Semangat!!!

    • posted by
      Hadhara Rizka
      Sep 11, 2017 Reply

      Makasih Ginti.. Semangat… Yuk Petualangan

  4. posted by
    Asep Camaru
    Agu 29, 2017 Reply

    Alhamdulillah

    • posted by
      Hadhara Rizka
      Sep 11, 2017 Reply

      Makasih Broooo.. 😀

Tinggalkan Balasan

Gallery Tuan Rumah Mata Kaki

Saksikan Dengan Mata, Jejaki dengan Kaki. Angkat Ransel, Kencangkan Tali Sepatu dan Berpetualanglah. Gallery saya, Hadhara Rizka di Instagram. Tidak banyak yang menarik, hanya meninggalkan jejak kaki sebelum hari tua nanti.

Join to Instagram
MataKaki.com | Travel Blogger Indonesia